Muhammad Noer

Muhammad Noer adalah nama pena dari Nur Samsi, S.Ag (CH atau Certified Hypnotis). Penulis terlahir dikota Purwokerto dari pasangan Ibunda Rasiwen dan Ayahanda Samin Basri pada tanggal 8 Nopember 1976. Penulis merupakan read more

Kontak
Muhammad Noer/Nur Samsi 085327449419
Privat Hipnosis hub:

085327449419

Komentar Anda

ShoutMix chat widget

Software Pembelajaran

Buku ini sangat penting untuk dimiliki oleh siswa, guru, orang tua dan siapapun yang peduli akan pendidikan. Karena isinya merupakan hasil kajian dan pengalaman praktis penulis di sekolah. Buku ini bisa menjadi pemicu agar siswa menjadi cerdas secara Inteletual, Emosional dan Spiritual (Amir, SE, MSi. Dosen, Trainer dan Entrepreneur).

Ketika seseorang menapakan kakinya ke area pembelajaran, maka buku ini sangat tepat untuk dijadikan panduan untuk mempercepat pencapaian asa. Prefensi Visual, Auditorial dan Kinestetik (VA) telah disentuh, kekuatan otak kanan yang 88 % terungkit sudah. Sangat pas buku ini berada ditangan anda (Fachrudin Aif, SP, MSi. (CH, CHt, CI) Dosen, Trainer dan Master Hypnosis)

Buku ini bagus dikonsumsi para pendidik dan dunia pendidikan agar terwujud sebuah perubahan yang dahsyat. Dengan berkembangnya kecerdasan secara konprehensif dapat menjadikan siswa sebagai manusia yang paling bahagia dunia maupun akherat. (Muhammad Sugeng, S.Ag. Kepala Sekolah, Pendidik, Pengasuh Panti Asuhan dan Pengamat Pendidikan).

Kekeliruan besar yang selama ini dilakukan oleh para pendidik dan orang tua dalam membeimbing anak-anaknya adalah hanya mengarahkan mereka pada sisi kecerdasan kognisi saja, padahal dalam diri anak ada 8 kecerdasan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bekal menentukan masa depan dengan cita-citanya. Dengan cita-cita itulah anak-anak akan kuat dan bergairah meraih masa depannya. Kita bisa berubah dengan membaca buku ini. (Drs. Fredy N. Franmoko. Pendidik dan Pengamat Pendidikan)

Buku ini memberi khasanah baru bagi kalangan pelajar sekolah menengah untuk menemukenali sisi dan gaya lain dalam belajar. Memang butuh waktu untuk mencernanya, tapi tentu saja tidak sebanding dengan nilai tambahnya yang super aplikatif. (Ugung Dwi Ario Wibowo, Psikolog, Counselor, Lecturer dan Softskill Trainer)

MUTIARA KATA BUAT SANG GURU

Untuk menjadi guru yang baik kita harus menyerahkan diri kita, membagi pengalaman hidup, membuat setiap murid merasa istimewa, tertawa, menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata secara kreatif, membuktikan bahwa ada alas an untuk belajar, membuat siswa tersenyum, berkolaborasi dengan rekan kerja, memberikan waktu ekstra untuk murid yang kesulitan, bersenang-senang di kelas, dan melakukan lebih banyak lagi” ( Marla McCrea, Guru Teladan dari Chapel Carrboro Carolina Utara).

Saya mengajarkan kepada murid-murid saya bahwa langkah pertama dalam mewujudkan impian menjadi kenyataan adalah dengan menuliskannya di atas kertas. Dengan demikian, akan menjadi aktif. Dan aktivitas akan membuahkan hasil” (Ronald Adams, Guru Teladan dari Massaccusetts).

Saya bangga menjadi guru Amerika, saya kagum pada guru Jepang, saya salut pada guru Jerman. Sebab, amatlah jelas, kemajuan setiap bangsa adalah cerminan kualitas, dedikasi dan idealisme para gurunya. Bila ada bangsa yang rendah dan carut marut, itu pasti karena di situ ada terlalu banyak guru yang jelek, yang sehari-hari hanya menggerutu. Saya yakin, para gurulah pengukir kualitas sebuah bangsa. Bangsa Amerika sangat maju, pastilah itu hasil kerja keras para guru Amerika. Saya bangga menjadi bagian dari prestasi itu” (Barbara Rose, Guru Teladan dari Akansas).

Kalau saya memilih profesi untuk mengejar uang, pastilah saya tidak menjadi guru. Bagi saya menjadi guru adalah berkah dan sebuah penghormatan. Pantang bagi saya untuk menjadi pengemis. Mengemis kesejahteraan, mengemis penghormatan, mengemis belas kasihan. Sorry, banyak menuntut adalah bagian dari mental pengemis. Saya memilih untuk membangun sebuah reputasi, kehormatan, berkah dan kemuliaan, dengan bekerja keras dan profesional” (Simon Magnesen, Guru Teladan dari Ohio)

KATA PENGANTAR

ERA SOFTWARE PEMBELAJARAN

Drs. Waidi, MBA.Ed

Kalau saya boleh membuat sebuah metafora, untuk melukiskan dinamika dunia pendidikan saat ini adalah “menggaruk bulan dalam kolam”. Artinya bulan yang berada di atas sana, yang bayang-bayangnya tertangkap dalam sebuah kolam, latas kita garuk-garuk kolam itu untuk menemukan bulan tersebut. Sampai kapan pun kalau yang kita lakukan adalah cara konyol seperti itu, jelas tidak akan kita temukan bulan tersebut.

Sama halnya dengan  masalah dunia pendidikan. Permasalahannya terletak pada software pembelajaran, tetapi upaya-upaya yang kita lakukan  saat ini adalah  masalah-masalah hardware. Permasalahan software adalah permasalahan pembelajaran yang terkait dengan optimalisasi atau manajemen”otak danpikiran”; masalah hardware adalah masalah yang terkait dengan manajemen sekolah, kurikulum dan evaluasinya hingga ”strategi hitam” terkait bagaimana agar semua siswa lulus ujian nasional meski dengan cara-cara ”haram”.

Bukan berarti hardware tidak penting, tetapi menjadi kurang efektif upaya-upaya kita dalam membenahi dunia pendidikan. Energi kita terkuras habis tetapi permasalahan pembelajaran tidak kunjung terselesaikan. Analoginya, masalah atau kerusakan komputer terletak pada  operating system-nya (software), bukan pada key board-nya, tetapi kita sibuk mencari ganti key board-nya (hardware).

Kualitas dan jenis tampilan dalam perangkat komputer, tidak lepas dari operating system-nya sebagai software. Apabila operating  system-nya diganti kualitas dan kapasitasnya, atau diganti programmnya, maka berubah pula kualitas dan tampilannya. Apabila softwarenya kena virus, maka sehebat apa pun hardwarenya, maka komputer itu tidak berfungsi.

Otak dan pikiran setiap siswa merupakan software pembelajaran. Apabila kapasitas otak dan pikiran siswa ditingkatkan, maka tampilan siswa seperti: rasa percaya diri, pola pikir, intelegensia  dan sebagainya pun menjadi lebih baik. Namun apabila software siswa itu terkena virus seperti: rendah diri, merasa tidak pantas sukses, merasa dirinya bodoh, takut salah, dan lain-lain, maka dapat diprediksi tampilannya mengecewakan.

Yang terjadi di lapangan, banyak siswa yang software-nya terjangkit virus-virus yang justru memperburuk tampilan siswa. Banyak siswa potensinya terpenjara  karena memiliki persepsi yang salah terhadap dirinya. Tidak sedikit siswa yang secara potensial otaknya encer tetapi memiliki sudut pandang negatif tehadap dirinya: bahwa dirinya tidak pantas sukses. Ketika hal ini terjadi, maka otak yang secara potensial encer menjadi tidak optimal.

Pendidikan dengan seperangkat kurikulum, teknologi media pembelajaran,  berikut manajemen sekolah dengan segala paradigmanya adalah dalam rangka menolong siswa menjadi manusia merdeka. Siapakah manusia merdeka? Manusia adalah individu yang pikirannya, software-nya,  bebas dari virus membodohkan diri. Ketika seorang siswa pikirannya terbebaskan dari virus pembodohan diri  –yakni tidak lagi menganggap bodoh terhadap dirinya—maka yang terjadi adalah siswa yang optimis, siswa yang mampu melihat dirinya secara positif: kalau orang lain bisa aku pun bisa.

Ketika pedidikan mampu membebaskan siswa dari virus pembodohan, hamabatan-hambatan teknis di sekitar siswa tidak akan menjadi alasan untuk tidak mau belajar. Hambatan teknis seperti: keterbatasan biaya, keterbatasan fasilitas belajar, keterbatasan  penujang pembelajaran lainnya, tidak akan menyurutkan siswa untuk mencari ilmu. Fenomena Laskar Pelangi, tokoh Lintang, Ikal, dan teman-temannya, nyalinya tidak surut karena keterbatasan teknis pembelajaran. Niat kuat yang telah ter-install, dalam bentuk mimpi-mimpi, imajinasi merupakan ”ruh” pembelajaran lintas batas. Artinya, tidak ada kendala bagi mereka yang memiliki mimpi/imajasi tinggi.

Pertanyaannya, apakah pembelajaran kita sehari-hari membebaskan atau membelenggu pikiran? Memotivasi atau mendoktrin? Mencerahkan atau menghafalkan? Target ujian nasional (UN) atau pembentukan karakter seperti tokoh-tokoh Laskar Pelangi? Ketika pembelajaran berkutat pada target kurikulum atau sebatas nilai UN jangka pendek namun lupa membentuk karakter dan optimisme siswa, pembelajaran itu cenderung menumbuh- suburkan virus pikiran yang membodohi diri siswa. Potensi tinggalah potensi, otak secara potensial cerdas, namun tidak tumbuh optimal.

Mengenal, memahami pikiran  dan manajemennya dalam upaya membebaskan pikiran siswa dari virus pembodohan diri menjadi sangat penting di sini. Setiap pendidik, pengelola dan pengamat pendidikan harus mengetahui aspek yang saya sebut sebagai software pembelajaran ini. Memahami otak, pikiran dan cara kerjanya serta bagaimana teknik-teknik optimalisasinya, merupakan ”lagu wajib” bagi setiap pelaku pebelajaran.

Pembelajaran minus  aspek manajemen pikiran (software)  –seperti kecenderungan selama ini—adalah pembelajaran yang salah sasaran. Pendidikan dan pembelajaran dengan segenap perangkap kurikulum dan teknologinya adalah dalam rangka mengoptimalkan kerja pikiran, dalam rangka memperbaiki software siswa, dalam rangka membentuk karakter siswa. Oleh karenanya, apabila selama ini pembelajaran justru tidak menuju ke sana, maka pembelajaran menjadi salah alamat. Persis sama dengan menggaruk bulan di kolam.

Buku yang ditulis seorang yang selama ini cukup makan asam garam dunia pembelajaran dan training pembelajaran merupakan salah satu buku yang masih langka ditulis. Kalau pun sudah tersedia buku-buku sejenis, buku ini mempunyai nilai tambah tersendiri karena ditulis berdasarkan kajian referensi dan pengalaman di lapangan. Kajiannya yang fokus pada optimasisasi daya pikiran dan manajemennya, menjadikan buku ini sangat bernilai.

Waidi, Penulis buku-pengembangan diri dan pembelajaran, berbasis Neuro Linguistic Programing (NLP), dosen Manajemen Pendidikan Program S2 Manajemen Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

DAFTAR ISI

MUTIARA KATA BUAT SANG GURU …………………………………………

PERSEMBAHAN DAN TERIMA KASIH ……………………………..

KATA PENGANTAR …………………………………………………..

PENDAHULUAN …………………………………………………………………………

BAB I MENGENAL OTAK MANUSIA

MENGENAL OTAK MANUSIA …………………………………………………….

HEBATNYA OTAK ANDA …………………………………………………………..

OTAK THREE IN ONE ………………………………………………………………….

OTAK KANAN DAN KIRI …………………………………………………………….

KECERDASAN BERLIPAT GANDA ……………………………………………..

BAB II  KEKUATAN DIBALIK  IMPIAN

ADA APA DENGAN MIMPI ………………………………………………………….

HIDUPKAN HIDUPMU DENGAN MIMPI ……………………………………..

JANGAN TAKUT BERMIMPI ……………………………………………………….

MACAM RAGAM BENTUK IMPIAN ……………………………………………

MIMPI ITU KERJAAN ORANG SUKSES ………………………………………

BELAJAR IMPIAN KEPADA ANAK SEKOLAH MENENGAH ………

BAB III  JADILAH BINTANG PELAJAR

MENJADI PELAJAR MUSLIM VISIONER …………………………………….

KAMU PASTI BISA JADI BINTANG …………………………………………….

HUKUM SUKA DAN BENCI ………………………………………………………..

GURUKU MENYENANGKAN, NILAIKU BESAR …………………………

GURUKU MENYEBALKAN …………………………………………………………

BAB IV PENGARUH PERCAYA DIRI DAN KETAKUTAN

DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL ……………………………..

RUBAH GERAK TUBUH GAPAI PERCAYA DIRI ………………………..

TAKUT UJIAN NASIONAL …………………………………………………………..

BELAJAR DARI PAWANG GAJAH ………………………………………………

HANCURKAN RASA KETAKUTAN …………………………………………….

MENGHADAPI UJIAN NASIONAL ………………………………………………

STOP, KOMENTAR NEGATIF ………………………………………………………

BAB V  RAHASIA DIBALIK KATA

DAHSYATNYA RANGKAIAN KATA …………………………………………..

KATA BISA MEMBUAT ORANG …………………………………………………

BAHAGIA DAN SENGSARA ………………………………………………………..

AFIRMASI ……………………………………………………………………………………

VISUALISASI ………………………………………………………………………………

KEKUATAN POSTER …………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA

BIODATA PENULIS

Floating Widgets