Muhammad Noer

Muhammad Noer adalah nama pena dari Nur Samsi, S.Ag (CH atau Certified Hypnotis). Penulis terlahir dikota Purwokerto dari pasangan Ibunda Rasiwen dan Ayahanda Samin Basri pada tanggal 8 Nopember 1976. Penulis merupakan read more

Kontak
Muhammad Noer/Nur Samsi 085327449419
Privat Hipnosis hub:

085327449419

Komentar Anda

ShoutMix chat widget

Pengertian Hipnosis

Hipnosis berasal dari kata hypnosis yang berarti tidur. Namun hipnosis itu sendiri bukan tidur. Pemahaman secara sederhananya hipnosis dapat diartikan sebagai fenomena mirip tidur dimana alam bawah sadar lebih banyak mengambil peranan ketimbang alam sadarnya. Pada kondisi demikian seseorang sangat tersugestif (mudah dipengaruhi), mangapa demikian ? karena alam bawah sadar yang seharusnya menjadi filter logik bagi masuknya sebuah informasi sudah tidak lagi mengambil peranan. Masih bingung kan…. makanya baca terus aja ya.

Menurut Hisyam A. Fahri (2008) Hipnosis adalah suatu kondisi pikiran saat fungsi analisis logis pada pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk kedalam kondisi bawah sadar (subconcious atau unconcious). Dalam keadaan itu, tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut Milton H. Erickson dalam Nugroho (2008) Hipnosis adalah suatu metode berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal yang persuasif dan sugestif kepada seorang klien sehingga dia menjadi kreatif (berimajinasi dengan emosional dan terbuka wawasan internalnya) kemudian bereaksi (baik persetujuan maupun penolakan) sesuai dengan sistem nilai dasar spiritual yang dimiliki. Waduh ini masalah apalagi sih, kok masih bingung juga. Bila anda merasa demikian jangan kuatir, rilek dan terus baca dulu deh, pasti entar ketemu juga ujungnya.

Hipnosis sendiri sebenarnya merupakan seni sugesti, seni berkomunikasi, seni eksplorasi alam bawah sadar dan seni merubah tingkat kesadaran. Orang akan mudah dihipnosis bilamana orang tersebut tingkat sugestibilitasnya sangat tinggi. Sebaliknya orang tidak bisa dihipnosis adalah orang yang tingkat sugestinya sangat rendah atau dia tidak mau disugesti sama sekali. Orang yang sugestif sangat mudah sekali mengeksplorasi alam bawah sadarnya dengan jalan merubah tingkat kesadaran dari kondisi Betha kepada Alpha – Theta (lihat dalam gelombang otak). Nah, untuk mencapai gelombang otak Alpha – Theta kita bisa menggunakan kekuatan komunikasi, baik verbal maupun non verbal. Sampai disini anda masih bingung juga. Ya…. pantas aja. Karena hipnosis itu bukan imu hafalan, namun ilmu yang harus dirasakan. Seperti anda belajar agama, bacaan dan gerakan sholat itu bukan untuk anda hafalkan namun untuk anda kerjakan bukan?

Hipnosis merupakan gejala alamiah yang dipunyai oleh seluruh manusia. Semua orang dapat mengalami kondisi hipnos. Dengan begitu hypnosis sebenarnya bersifat individual atau “self hypnosis”, masing-masing orang bisa menghipnosis dirinya sendiri, tergantung sejauh mana tingkat masing-masing orang dalam mengenali proses kinerja hypnosis dalam dirinya sendiri. Jadi para hipnotis (orang yang menghipnosis) sebenarnya bertugas hanya sebatas membantu suyet (orang yang dihipnosis) untuk menggali dan mengekplorasi alam bawah sadar sang suyet. Dalam kajian disiplin ilmu hypnosis ada sebuah rumus yang menyatakan bahwa ada 5 % (orang susah terhipnosis) 10 % (kadang bisa kadang tidak/moderat) dan 10 % (sangat mudah untuk dihipnosis).

Pemahaman ini penulis dapat dari kelas fundamental hipnosis. Maka untuk lebih dalam memahaminya anda siap kan untuk belajar. Ingat ya… belajar itu perintah agama juga kan. Rosulullah saja memerintahkan umatnya untuk gemar belajar : ”Tuntutlah ilmu dari mulai alam kandungan hingga liat kubur”. Atau ”Menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi seorang muslim” atau ”Barangsiapa yang pergi untuk belajar menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” kata mutiara hikmah juga yang kadang dianggap hadits juga menyebutkan, ”Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”. Wah ke negeri Cina, jauh amat. Kalau yang dekat saja ada kenapa harus jauh-jauh. Nah itulah perintah dari seorang manusia supercerdas, walau beliau tidak bisa baca dan tulis. Bahkan Al-Qur’anul karim juga memerintahkan manusia agar gemar menuntut ilmu. Seorang yang berilmu lebih ditakuti oleh syetan dari pada seorang ahli ibadah.

Leave a Reply

Floating Widgets